Prometheus dan Makhluk Pertama Bumi

Setelah dunia tercipta dan para dewa telah memenangkan peperangan, daratan yang terhampar dibawah gunung olympus masih belum terisi, walaupun Gaia, dewi pertama, telah lama ingin menciptakan makhluk hidup untuk menempati bumi. Akhirnya, Zeus memutuskan bahwa sekaranglah waktu yang tepat untuk menciptakan makhluk hidup untuk menempati bumi karena pada saat itu tidak ada monster di bumi, dan bumi sedang berada dalam kedamaian.

Zeus pun mulai menciptakan makhluk hidup untuk menempati dunianya yang indah. Tetapi, ketika dia baru saja akan memulai, dia dipanggil untuk meyelesaikan masalah diantara saudara-saudaranya, para Olympian. Maka dia memerintahkan Prometheus dan Epimetheus, Titan yang telah berperang bersama dengan para Olympian, untuk melanjutkan proyek penciptaan penghuni pertama bumi.

Walaupun kedua bersaudara itu adalah Titan, tetapi mereka telah bertarung di sisi para olympian pada saat perang melawan Cronus dan para Titan, karena Prometheus dapat melihat masa depan, dan dia dapat melihat bahwa para Olympian lah yang akan memenangkan peperangan. Prometheus merupakan yang paling bijaksana diantara kedua bersaudara itu, dan dia selalu memiliki rencana ke depan. Sedangkan Epimetheus tidak pernah memikirkan konsekuensi dari setiap perbuatannya sampai dia telah melakukan perbuatannya.

Zeus telah memilih kedua bersaudara itu untuk menciptakan manusia dan hewan-hewan pertama di bumi karena Prometheus adalah seorang pengrajin dan pematung handal. Prometheus dapat membuat apapun, dan dia memiliki imajinasi yang brilian. Epimetheus diundang untuk ikut bekerja dalam proyek ini karena dia selalu ingin membantu saudaranya. Karena Zeus baru menciptakan sedikit makhluk bumi, maka kedua bersaudara itu memiliki banyak tugas di hadapan mereka. Setelah menggunakan tanah liat untuk membentuk model umum makhluk baru itu, Prometheus menghadap pada Athena, Dewi Kebijaksanaan, untuk meminta saran dalam penyelesaian tugasnya. Sementara itu Epimetheus tetap melanjutkan pekerjaannya untuk menyempurnakan model yang telah dibuat dengan menambahkan ciri khas tertentu pada setiap model.

Saran dari Athena sangat sederhana. Dia berkata pada Prometheus, dikarenakan makhluk yang sedang diciptakannya hanya terdiri dari tanah dan air, yang disempurnakan dengan tanah liat, satu-satunya elemen yang kurang untuk menghidupkannya adalah udara. Maka, Athena mengatakan pada Prometheus untuk mengangkat setiap makhluk itu ke arah langit. Ketika angin berhembus, Athena berjanji, makhluk-makhluk itu akan bernafas dan hidup.

Pada saat yang sama, Epimetheus melanjutkan pekerjaannya. Dia sangat senang menunjukkan kreatifitasnya dan memberikan berbagai macam berkah fisik pada setiap makhluk yang berbeda. Epimetheus memberikan sebagian dari makhluk-makhluk itu bulu dan rambut, yang akan melindungi mereka dari cuaca. Dia memberikan makhluk lainnya gigi dan taring agar mereka dapat dengan mudah mendapatkan dan memakan makanannya. Sebagai tambahan, dia memberikan beberapa makhluk lain kekuatan dan kecepatan. Ketika Prometheus telah kembali dari perbincangannya dengan Athena, dia mendapati bahwa saudaranya sekali lagi telah berbuat tanpa berpikir terlebih dahulu. Epimetheus sangat terpaku dengan perancangan hewan-hewan baru dengan menggunakan segenap kreatifitasnya hingga dia lupa untuk menyisakan berkah istimewa untuk manusia. Ketika patung model manusia telah terbentuk, Epimetheus telah kehabisan akal untuk memberikan berkah. Merekapun tercipta sebagai makhluk yang lemah dan susah untuk bertahan hidup, dan hal ini akan berjalan selamanya seandainya Prometheus tidak mengambil alih penciptaan manusia. Ketika dia meyadari bahwa saudaranya telah membuat makhluk yang tidak akan bisa bertahan hidup di dunia baru, Prometheus lalu mencoba untuk memperbaiki kesalahan saudaranya dan membuat manusia menjadi makhluk yang kuat dan dapat bertahan hidup bersama dengan makhluk lain di bumi.

Pertama, dia memutuskan untuk membuat manusia dapat berdiri dengan kedua kakinya layaknya para dewa. Dia menempatkan kepala mereka di bagian paling atas. Penempatan seperti ini memberikan mereka kemampuan untuk berpikir. Lalu dia pergi ke surga dan menyalakan obor menggunakan api dari matahari. Dia lalu menggunakan api ini untuk menerangi kekuatan berpikir dan berbicara manusia. Kekuatan istimewa ini membuat manusia berbeda dari makhluk lainnya.

Awalnya, para dewa sangat setuju dengan pekerjaan Prometheus. Mereka senang karena ada makhluk di bumi yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan berbicara. Tapi, Prometheus masih belum puas. Dia melihat bahwa perencanaan buruk dari Epimetheus menyebabkan manusia lebih lemah secara fisik dibanding dengan makhluk lainnya di bumi. Mereka kelaparan, ketakutan, dan menyedihkan. Akhirnya, untuk menolong manusia, Prometheus lalu meninggalkan Gunung Olympus dan tinggal di bumi bersama manusia untuk mengajari mereka hal-hal yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di dunia baru.

Pertama, Prometheus mengajari manusia cara untuk membangun rumah sehingga mereka tidak perlu lagi tinggal di gua. Lalu, dia mengajari manusia cara membaca dan menulis huruf dan angka. Dia mengajarkan manusia bagaimana menjinakkan binatang dan bagaimana berlayar di lautan. Dia menunjukkan mereka cara menyembuhkan diri mereka ketika sedang sakit. Setelah dia telah mengajari manusia cara membaca masa depan dan cara mengenali pertanda buruk dengan melihat cara terbang burung, beberapa dewa menjadi kagum dengan manusia. Mereka lalu memutuskan untuk turut membantu. Demeter, dewi pertanian, mengajari manusia tentang tanaman-tanaman yang bisa dimakan. Dengan pertolongan ini, para manusia bisa lebih mudah memperoleh makanan, dan mereka mulai sejahtera dan hidup dengan suka cita untuk pertama kalinya.

Walaupun beberapa dewa sangat tertarik dengan perkembangan manusia, sebagian dewa yang lain mulai merasa cemas karena manusia telah menjadi terlalu hebat. Walau bagaimanapun, disamping kecemasan para dewa, Prometheus sangat senang dengan ciptaannya dan dia memutuskan untuk menolog manusia lagi. Pada saat itu, manusia hanya diperbolehkan memburu hewan lain jika mereka memberikan persembahan kepada dewa. Mereka hanya memakan tumbuhan yang telah Demeter instruksikan mereka untuk memakannya. Namun Prometheus dapat melihat bahwa manusia nantinya akan butuh memakan daging hewan lainnya untuk bertahan hidup.

Maka Prometheus menyusun suatu rencana. Pertama, dia memotong seekor lembu, layaknya untuk persembahan. Lalu, dia membagikan bagian-bagiannya dalam dua wadah. Di wadah yang pertama, Prometheus melapisi tulang belulang dari lembu yang dia potong dengan lemak yang menggiurkan. Wadah ini tampak lebih menarik untuk dijadikan persembahan. Untuk wadah yang kedua, Prometheus meletakkan daging tak berlemak dan bagian lainnya yang layak untuk dimakan, dan menyembunyikannya di bawah kulit dan isi perut (jeroan), agar terlihat menjijikkan. Setelah itu, Prometheus meminta Zeus untuk memilih satu diantara dua wadah tadi untuk nantinya dijadikan persembahan dari manusia untuk para dewa, sedangkan manusia akan berhak memakan apa yang terdapat dalam wadah yang Zeus tolak. Karena ketidaktahuannya mengenai daging yang disembuyikan dibawah kulit dan jeroan, maka Zeus pun memilih tulang belulang yang dilapisi lemak. Sekali Zeus telah menetapkan pilihan, maka dia harus konsisten dengan pilihannya itu, bahkan ketika dia telah mendapati bahwa dia telah memilih wadah tanpa daging yang layak untuk dimakan didalamnya. Sejak saat itu, manusia mempersembahkan lemak dan tulang hewan kepada para dewa, dan mereka menyimpan sisanya. Zeus sangat marah karena Prometheus telah menipunya, tetapi dia memutuskan untuk menunda pemabalasan dendamnya.

Bukan hanya itu tipuan yang dilakukan oleh Prometheus kepada para dewa Olympian untuk kepentingan manusia. Karena manusia tidak memiliki bulu, mereka seringkali kedinginan, dan walaupun mereka diperbolehkan memakan daging, tetapi mereka tidak bisa memasaknya. Manusia tidak tahu mengenai api dan cara mempergunakannya, karena sampai saat itu, api hanyalah milik para dewa. Prometheus pun memutuskan untuk mengubah hal ini. Dia pun pergi ke surga dan secara rahasia mencuri api dari para dewa. Dengan membawa api pada sebuah obor, Prometheus akhirnya berhasil membawakan api untuk manusia. Lalu dia pun mengajari manusia cara memasak padi dan daging, dan cara menyalakan api untuk dipakai lagi. Prometheus juga mengajarkan manusia bagaimana caranya menggunakan api untuk menempa logam, layaknya yang dilakukan Haphaeustus, dewa api dan pandai besi, di Gunung Olympus.

Prometheus melakukan itu agar manusia dapat bertahan hidup di dunia yang ditempati oleh makhluk lain yang lebih kuat dari mereka. Sayangnya, perbuatan Prometheus membangkitkan kemarahan beberapa dewa. Manusia menjadi terlalu kuat dan terlalu pintar. Zeus berpikir, manusia harus dihentikan sebelum mereka meyakini bahwa mereka telah menjadi kuat sehingga mereka tidak lagi mengindahkan kekuasaan para dewa. Kemarahan Zeus pun semakin besar setelah mengetahui segala tipuan yang dilakukan Prometheus.

Untuk menghukum Prometheus karena perbuatannya menipu raja dari para dewa dan karena telah membuat manusia sangat kuat, Zeus menangkapnya dan merantainya pada batu di puncak Gunung Caucasus. Setiap hari, seekor elang yang sangat besar akan datang ke tempat dimana Prometheus dirantai. Elang itu sangat kejam dan buas, dan setiap hari elang itu menyambar dan mematuki hati Prometheus, dan lalu memakannya. Karena Prometheus Immortal (abadi), hati nya selalu terbentuk lagi setiap malam, dan dia tidak pernah mati.

Zeus pernah menawarkan kebebasan bagi Prometheus dengan syarat, Prometheus harus memberi tahu wanita mana yang nantinya akan melahirkan anak yang akan menjatuhkan Zeus. Namun Prometheus menolak tawaran itu.

Hingga kemudian, satu-satunya cara untuk membebaskan Prometheus adalah dengan mendapatkan satu orang Immortal yang bersedia mati untuknya dan seorang mortal (manusia) yang bisa membunuh elang yang memakan hatinya, lalu melepaskan rantainya.

Pada akhirnya, Chiron, seorang Centaur yang Immortal bersedia mati untuknya. Dan Hercules yang masih mortal, membunuh elang yang menggerogoti hatinya, lalu melepaskan Prometheus.

Sayangnya, hanya dengan menghukum Prometheus tidak dapat memuaskan balas dendam Zeus. Raja para dewa ini telah memiliki rencana lain yang akan berdampak besar bagi para manusia, dan rencana ini merupakan hukuman yang akan berlanjut untuk selamanya.

About Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
This entry was posted in Mitos and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s