Hutan Terapung di Sydney

hutan terapung

Berbicara tentang hutan, pikiran kita akan tertuju pada rindannya pepohonan yang berada di daratan yang luas. Tetapi siapa sangka, jika hutan juga bisa berada di atas kapal, dan terapung di lautan.

Seperti di pelabuhan Homebush di Sydney, Australia, adalah rumah bagi sisa-sisa kapal tua yang dioperasikan selama abad ke-20 pertengahan. Kapal-kapal besar ditarik ke pelabuhan ini, untuk dimanfaatkan komponennya dan dijual kembali.

Salah satu kapal tersebut adalah SS Ayrfield. Raksasa sebesar 1.140 ton tersebut, dibangun pada tahun 1911, dan digunakan selama Perang Dunia II sebagai kapal transportasi.

Pelabuhan Homebush di Sydney, Australia, adalah rumah bagi sisa-sisa kapal tua yang dioperasikan selama abad ke-20 pertengahan. Kapal-kapal besar ditarik ke pelabuhan ini, untuk dimanfaatkan komponennya dan dijual kembali.

Salah satu kapal tersebut adalah SS Ayrfield. Raksasa sebesar 1.140 ton tersebut, dibangun pada tahun 1911, dan digunakan selama Perang Dunia II sebagai kapal transportasi.

Pada tahun 1972, kapal itu dibawa ke pelabuhan Homebush yang kemudian dibongkar, tapi nasib memutuskan berbeda. Operasi bongkar kapal ini kemudian berhenti, karena terdapat bahan kimia yang berbahaya mencemari pelabuhan Homebush pada saat itu, dan bagian dari beberapa kapal tertinggal.

Bagian badan kapal tersebut tetap mengapung, dan seiring dengan perkembangan waktu, badan kapal tersebut ditumbuhi pohon-pohon yang terus membesar selama beberapa dekade.

Dari 2008-2010 upaya untuk menghilangkan bahan kimia di Homebush erus dilakukan, yang tersisa dari era industri. Kini kapal pengangkut SS Ayrfield, bak hutan yang mengapung di tengah pelabuhan. Dan banyak yang mengabadikan keadaan ini, berikut foto-foto yang kami kutip dari This is Solossal:

 

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

 

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

 

Hutan terapung kapal SS Ayrfield di Homebush, Australia.

About Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
This entry was posted in Lingkungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s